Siasat Licik Helen

1188 Kata

Gavin akhirnya kembali bersandar. Lalu, setelah dari rumah sakit ini ia akan ke mana pun tak tahu. "Tuan Gavin jangan lupa minum obat, ya, sudah jadwalnya. Biar saya bantu," ucap seorang suster yang baru saja masuk setelah mengetuk pintu. "Obat apa saja itu?" tanya Gavin berhati-hati. Melihat obat, ia teringat tentang ayahnya yang sakit dan kemungkinan diberi obat. "E—ini ... vitamin untuk otak agar bisa segera pulih ingatan Tuan," jawab suster itu dengan gugup. Gavin menyipitkan matanya. Rasa curiga menghinggapi hatinya kala melihat kegugupan yang diperlihatkan suster di hadapannya itu. 'Helen merupakan lulusan kedokteran Singapura.' Tiba-tiba perkataan itu berkelebat dipikirannya, tapi ya lupa siapa yang mengatakannya. "Apa ini di Singapura?" tanya Gavin memastikan. "Benar, T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN