Beberapa hari berlalu, Gavin berada di Mount Elizabeth Novena Hospital. Pagi itu tak ada yang menungguinya sama sekali. Ia bagai anak sebatang kara yang tak punya keluarga. Gavin membuka matanya. Bias sinar matahari membuat matanya silau. Ia mengerjapkan kedua matanya, kemudian membukanya kembali. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. 'Di mana ini?' gumam Gavin dalam hati. Ia merasa tak mengenali tempat itu. Ia seperti orang linglung yang tak tahu berada di mana dan hendak minta bantuan siapa. 'Siapa, ya?' gumam Gavin lagi. Ia ingin bertanya, tapi tak ada siapapun di ruangan itu. Ia kembali mengedarkan pandangannya. Ada beberapa tombol yang ada di belakang bed hospital yang ditempatinya. Ia ingat kalau tombol itu juga yang dulu ada di belakang tempat tidur ayahnya ketika dirawa

