Pak Gilang Sadar

1028 Kata

Beberapa saat kemudian, mobil sudah sampai di halaman rumah Gavin. Mereka lalu turun dan berjalan ke teras. Alea terlihat murung saat hendak memasuki rumah. Persis ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di rumah itu. Bedanya sekarang ia bukan tak mau tinggal di sana, melainkan malas bertemu dengan Bu Herni dan Helen yang menyebalkan. Apalagi dengan ucapan-ucapan mereka yang selalu tajam. Gavin membuka pintu yang tak dikunci itu. Mungkin karena hari masih siang. Mereka melangkah memasuki rumah. Berjalan perlahan melewati ruang tamu, lalu memasuki ruang tengah. Tak ada siapapun di sana. "Ke mana mereka?" gumam Alea pelan. Biasanya ibu dan anak itu akan mengobrol ngalor-ngidul di ruang tengah. Tak peduli ada siapapun di rumah itu. "Ada risih, enggak ada dicariin," sahut Gavin yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN