Semuanya berakhir begitu saja. Gavin hanya tiduran di tempat tidur. Rasanya begitu puas setelah mencicipi istrinya sendiri. Semangat Alea terduduk di tempat tidur. Ia masih mengenakan pakaiannya. Hanya celananya yang sudah tanggal karena ulah Gavin. Ia tak menyangka semuanya telah terjadi. 'Entahlah, aku harus sedih atau bahagia dengan kejadian ini,' gumam Alea dalam hati. Padahal ia merasa sudah mencintai Gavin dan takut kehilangannya. Tapi, entah mengapa ada bagian hatinya yang masih belum ikhlas melepaskan keperawanannya. Ia ingin melakukannya setelah lulus kuliah. Meskipun saat tadi pun ia tak banyak berontak. "Kamu menyesal?" tanya Gavin dengan suara berat. Ia tak dapat menahan hasratnya tadi. Alsa menggeleng pelan. Ia sendiri sedang tak mengerti dengan isi hatinya saat ini.

