Sayangnya Pak Gilang tak mengakuinya. Ia memilih melanjutkan pendidikannya ke kota. Lalu, kembali dengan seorang gadis yang hendak dinikahinya. Bu Herni pun telah dinikahkan, namun kehamilan pertamanya mengalami keguguran. Akhirnya, ia hamil Helen dari suami sahnya. Beruntung suaminya baik dan mau menerima kondisi Herni yang hamil oleh orang lain. Hanya saja ternyata takdir tak berhenti mengujinya sampai disitu. Kehidupan Herni begitu pas-pasan. Ia terus saja memikirkan pendidikan anaknya. Suaminya meninggal dikala usia Helen baru sepuluh tahun. Tak ada yang mau bertanggung jawab atas Herni dan anaknya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi merantau ke kota. Ia sendiri tak pernah menyangka kalau akhirnya akan bekerja di perusahaan milik Gilang. Orang yang pernah meninggalkannya

