Mereka keluar dari areal rumah sakit. Sudah ada sebuah mobil yang menunggunya. Rupanya itu adalah mobil travel yang sengaja dipesan oleh Pak Darma untuk mengantar ke rumah sakit dan membawanya kembali ke bandara. Gavin dan Pak Darma duduk di jok belakang mobil tersebut. "Tenang saja, aku sudah membelikan tiket pulang untuk kita," ujar Pak Darma dengan santainya. Ia bahkan tak membicarakan soal perhitungan uang sama sekali dalam mobil tersebut. Terlihat begitu tulus mengabdi kepada keluarga Gavin. Gavin mengangguk. "Terima kasih banyak," ucapnya. Ia bahkan tak tahu akan dibawa ke mana oleh Pak Darma, katanya menuju negara Indonesia. Syukur-syukur kalau memang itu adalah kampung asalnya. "Tak perlu khawatir, ibumu itu baik. Sehingga kau akan dipertemukan dengan orang-orang baik," u

