Chapter 45

2467 Kata

    Saat Yuri memasuki ruangan laborarorium, ia menemukan Mikail tengah duduk menyandarkan kedua siku di atas pahanya, di pinggiran ranjang pasien yang kemarin dia tiduri saat Yuri memeriksanya. Laki-laki itu menunduk dan tak bergerak meski mendengar suara pintu yang ditutup oleh Yuri.     “Mikail?” tanya Yuri berjalan ke arahnya. Wajah gadis itu terlihat begitu penasaran apa yang sedang dipikirkan Mikail saat itu. Sekali lagi, Yuri bertanya, "Mikail? Apa kau mendengarku?"     "Tentu aku mendengarmu," balas Mikail sambil menghela napasnya panjang.     "Kau tidak menjawab," ucap Yuri sambil mengangkat bahunya. "Apa yang kaulakukan di lab-ku alih-alih kembali ke kamarmu dan melakukan pekerjaan yang harusnya kaulakukan sekarang?"     "Berhenti menjadi cerewet. Duduk dan dengarkan aku."  

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN