“Yuri ....” Mikail membuka mata setelah ia melepaskan pangutan bibir mereka. Pria itu terengah dan menatapnya dengan pandangan mata gelap, “Aku melihat dia.” “Dia? Siapa?” “Ayah. Ayahku ...,” ucap Mikail dengan tegang, duduk dan mencengkram lengan Yuri erat, “Jangan bergerak. Dia di belakangmu.” Yuri hampir berteriak ketakutan. Wajahnya pucat dan matanya yang kelabu membulat karena teror. Gadis itu mencengkram kaos Mikail yang basah oleh keringatnya. Ketakutan merayap, menggelenyar di setiap sel dalam tubuh kecilnya yang mulai gemetar ketakutan. Apa maksudnya seseorang yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu, kini ada di belakangku? Mikail menundukkan badan dan berbisik tepat di telinga gadis itu, “Berbaliklah,” bisiknya. Mata hijau itu kini terlihat men

