Suara mesin pendingin ruangan dan seru-seruan antara Kojiro dan Rakheem terdengar samar-samar dari luar ruangan. Sedangkan di dalam, Yuri berada di suasana yang canggung bersama Mikail, berduaan saja. Bagaimana bisa tidak, setelah apa yang terjadi beberapa waktu belakangan, Mikail masih begitu peduli dengan membelikannya pakaian, bahkan parfum. Tidak seperti Yuri senang dibelikan sesuatu oleh seorang pria. Yuri Smith tentu memiliki lebih dari cukup untuk membeli barang-barangnya sendiri. Namun, kepedulian yang secara mengejutkan terasa begitu manis dari Mikail, tak ayal membuat Yuri merasa tersipu. “Um, terima kasih, Mikail,” ucap Yuri memecah keheningan. Mikail belum menjawab. Dia yang kehilangan tempat duduknya—terima kasih pada amarahnya pada Kojiro—, kini duduk di pinggi

