“Apa benar itu niat sebenar anda, Dokter?” Tanya Rahmad sekali lagi. Dokter Firdaus menggeleng pelan. “Makanya, dari itu seharusnya anda berfikir dulu sebelum melakukan suatu tindakan yang bisa merugikan diri sendiri apalagi kepada orang lain. Saya fikir, seorang dokter bisa lebih memperhatikan hal itu. Ternyata sama saja.” Ucap Rahmad tersenyum sinis. “Maaf, s..” Belum selesai Dokter Firdaus berbicara. Rahmad sudah memotong ucapan pria itu. “Sekarang atau sampai kapanpun itu.. Tolong jauhi, Diana! Dia adalah wanita yang sangat istimewa di hidup saya. Dia pantas dihormati dan disayangi. Bukan dilecehkan seperti apa yang sudah anda lakukan tadi!” Ingin berkata atau mencari alasan, lidah rasanya kelu. Itulah yang dirasakan oleh Dokter Firdaus. Baru kali ini ada orang sesama pria yang

