Saat Diana hampir menyelesaikan catatan dibuku jurnalnya. Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk dan melihat suster Liliana masuk lalu menunduk dan tersenyum ke arahnya. “Dok.. Di luar, ada pasien yang baru datang. Apa anda ingin menerimanya, atau saya suruh kembali esok saja?” Tanya Suster Liliana. Diana memandang jam yang tergantung di dinding ruangannya. Tepat pukul 4 sore.. “Suruh masuk saja pasiennya, Sus. Masih ada waktu kok. Lagian, saya juga masih menyelesaikan jurnal ini.” Jawab Diana ramah. “Baik, Dok.” Tak lama Suster Liliana keluar. Lalu masuklah seorang wanita berumur dua puluhan. Bernama Mery, menunduk ramah dan tersenyum kepada Diana. “Sore, Dok..” Sapa nya. “Sore juga, Mbak Mery.. Silakan duduk.. Apa yang bisa saya bantu?” Wanita berumur dua puluhan tahun itu tampak men

