“Kenapa sebel banget sama mantannya Vano?” Malik memberanikan diri bertanya setelah bermenit- menit kesunyian menyelimuti. Ia menoleh ke arah Lula yang sedang melempar pandangan keluar jendela. Ia menghentikan mobilnya di sebuah perempatan yang lampu lalu lintasnya menunjukkan warna merah. Ia melihah Lula menoleh ke arahnya dan berkata, “Risa tuh toxic banget.” Malik menatap mulut gadis itu yang mengerucut kesal. Sepertinya banyak yang wanita itu ingin sampaikan mengenai sosok Risa. “Udah, ah. Males banget ngomongin dia. Bikin naik darah.” Sentak Lula. Ia melempar pandangan ke jalanan di depannya. Malik tersenyum kecil. Ia kembali menekan pedal gas saat lampu warna hijau menyala. “Awas aja kalau ada tanda- tanda mereka bali

