CHAPTER LIMA PULUH LIMA

1917 Kata

            Vano yang sedang membuka pintu langsung berbalik saat Aileen menyenggol lengannya. Ia tersenyum menatap kakaknya yang baru sampai di rumah bersama Malik. Saat Lula berjalan menghampirinya, Malik sedang menaruh payungnya di samping mobilnya.             “Lo dari mana? Ujan- ujan bukannya di rumah malah keluyuran.” Kata Vano.             “Gue abis lari, terus ujan.” Lula menjawab. Vano menekan handle pintu hingga satu daun pintu berwarna cokelat itu terbuka.             “Malik… sini… masuk, ngopi dulu.” Kata Aileen.             “Nggak usah… gue tunggu sini aja. Celana gue basah.” kata laki- laki itu.             Lula yang baru saja hendak masuk ke kamar menoleh dan melotot ke arah Malik. “masuk dulu, ganti kaos sama celana punya Vano.” kata Lula dengan nada galak.    

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN