Lula menggeliat di balik selimutnya. Perlahan kedua matanya terbuka. Ia menatap jam dinding di kamar itu dan melihat waktu sudah menunjukkkan pukul setengah sembilan pagi. Ia menguap lebar lalu merenggangkan ototnya yang terasa pegal. Setelah itu ia bangkit dari posisi tidurnya lalu berjalan pelan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Beberapa menit kemudian, ia keluar dan mendekati jendela untuk membuka tirai dan jendela kamarnya agar udara segar masuk ke dalam kamarnya. Ia lalu mengambil ponselnya yang di charge di atas meja kerjanya. Setelah melepas ponsel dari kabel pengisi daya, ia membawa ponselnya keluar kamarnya. Rumahnya sudah sepi, tentu saja, Vano dan Aileen pasti sudah sibuk di kantornya masing- masing. Ia membuka menu pes

