Bab 35: Rahasiakan

1712 Kata

“Udah malem, masih di sini aja. Kalian nggak punya rumah?” “Jahat banget, dah.” Lorry mendengus pelan. Kiara dan Rian masih bertahan di rumahnya hingga matahari tenggelam. Dia beberapa kali mencoba untuk mengusir keduanya, namun tetap saja Kiara bisa menampiknya. Stok kata-kata gadis itu memang banyak untuk menang di setiap debat. Bukannya Lorry tak suka, dia malah senang ada yang menemaninya. Hanya saja ia tak enak pada Rian yang kelamaan di rumahnya. Pemuda itu datang ke sini hanya karena Kiara. Bisa saja ia punya kesibukan lain namun tak enak mengutarakannya. Kalau hanya Kiara yang datang, Lorry mungkin akan menyuruhnya tinggal sekalian di rumahnya. “Lo nggak apa-apa, Yan?” tanya Lorry sangsi. “Gue?” Rian menunjuk dirinya. “Nggak apa-apa, kok,” ujarnya dengan gelengan kecil. “Bene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN