Tiga bulan kemudian ... Lorry menyibak gordennya dan membuka jendelanya, menghirup dalam-dalam aroma hujan yang baru saja menyelesaikan tugasnya membasahi bumi. Ia menatap pohon mangga yang puncaknya bahkan lebih tinggi dari atap rumahnya kini. Terlihat hijau dan segar, belum lagi buahnya yang ranum. Tangan Lorry sudah gatal ingin mengambilnya, namun stok mangga masih penuh dalam kulkasnya. Bulan November kini telah memasuki pertengahan, namun belum ada yang berubah sejak tiga bulan yang lalu. Ia tetap melanjutkan homeschooling, belajar melupakan Raiden, menutup akun medsosnya terkecuali w******p dan sesekali berlibur dengan kedua orangtuanya. Satu lagi, hampir setiap minggu Kiara datang ke rumahnya, kadang bersama Rian kadang juga sendiri. Termasuk hari ini, ia tengah menunggu kedatanga

