Raiden kembali menatap keluar jendela dengan kosong. Perkataan Kiara benar-benar menamparnya. Ia ingin marah namun tak bisa. Melihat video Lorry membuatnya kecewa. Membayangkan bagaimana ia berbahagia dengan orang yang tak bertanggung jawab pada nyawa seseorang membuatnya langsung teringat pada ibunya. Status ibunya sebagai korban tabrak lari membuatnya tiba-tiba saja merasa takut, kecewa dan benci pada Lorry. Baginya, Lorry sama saja seperti pelaku tabrak lari itu. Tak bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Menyembunyikan kesalahannya selama bertahun-tahun dan setelah semuanya terkuak, lantas bersikap seolah menjadi korban. Raiden benar-benar merasa dibodohi. Ia selalu bercerita pada gadis itu mengenai kecelakaan yang dialami orang tuanya, perasaan kecewanya dan bagaimana hidupnya

