Plak! Rasa panas menjalari pipi Lorry. Jadi ini yang dimaksud Melly sebagai kejutan. Mendatangkan orang tua Viona ke rumahnya. Ia menerima semuanya dengan pasrah. Tamparan ini tak seberapa dari pada orang tua Viona yang harus kehilangan putri mereka satu-satunya. “Kamu ... bisa-bisanya kamu berbuat seperti ini,” lirih ibu Viona terisak hebat. “Maaf, Tante ... maaf,” ucap Lorry pelan. “Maaf? Hanya itu yang bisa kamu lakukan sekarang, hah? Tidak ada gunanya minta maaf! Maafmu tidak akan mengembalikan anak saya!” teriak ibu Viona. Ia hendak mengangkat tangannya, namun suaminya menahannya dan memeluknya. “Jangan ... jangan pukul dia,” lirih ayah Viona menenangkan istrinya. Lorry menggigit bibirnya hingga berdarah, berusaha meredam tangisnya dan menunduk dalam, tak berani mengangkat kep

