Suara keluhan pada matahari yang tengah bersinar, menyebarkan hawa panasnya yang bahkan menembus atap kantin bercampur dengan teriakan siswa yang nitip pesan makanan dan minuman. Sesekali tawa terdengar dari meja tertentu dan ada pula yang hanya menikmati makanannya. Lorry dan Sarah adalah salah satu penghuni meja yang hanya menikmati makanan mereka dalam diam. Lorry memasukkan bakso seukuran bola pingpong ke dalam mulutnya. Mulutnya lalu mengunyah sembari tersenyum. Jujur saja ia merindukan makanan kantin sekolahnya. Benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana jika mereka lulus nanti. “Pas homeschooling, tuh, lo mulai belajar jam berapa, Lor?” tanya Sarah lalu menyeruput kuah mie bakso dari sendoknya. Lorry menelan bakso yang telah lumer di dalam mulutnya. “Sama kayak sekolah biasa, ko

