Raiden memijit keningnya melihat centang satu chat yang dikirimnya ke Lorry. Gadis itu memblokirnya. Entah sejak kapan. Ia bahkan tak pernah membuka room chat mereka sejak putus. Raiden mengutuk dirinya sendiri sebagai laki-laki b******k dan tak tahu malu. Kebenciannya terhadap pelaku tabrak lari orang tuanya membuatnya melampiaskan dendamnya pada Lorry. Sekarang ia benar-benar menyesali keputusannya. Seharusnya dulu ia tak bersikap gegabah. Ceroboh yang ia buat kini menimpa dirinya sendiri. Raiden ingin balikan dengan Lorry. Tak tahu malu memang, tapi itulah kenyataannya. Ia menyukai Lorry sejak mereka masuk SMA dan belum ada yang berubah sampai saat ini. Melepaskan gadis itu adalah kesalahan terbesarnya dan ia ingin memperbaikinya segera. Sayangnya, saat ia berusaha memulai lagi, nomo

