Agung menatap keduanya dengan senyum canggung dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Lo emang nggak bisa hubungin gue, Lor. Nomor gue udah berakhir di tempat sampah soalnya,” ujarnya menyindir. Orang yang disindir tak bereaksi apa pun, hanya menatap Agung dengan datar namun penuh makna. Seolah mengatakan, “Jangan berani godain pacar gue.” Sementara itu, Lorry jadi kikuk sendiri tak tahu harus berbuat apa. Ia menggerakkan bahunya sedikit, merasa canggung saat tangan Raiden merangkul bahunya. Bagaimana pun, saat ini ia dan Raiden saling menjauh. Terlibat dalam kejadian yang membuat mereka tak berjarak cukup membuatnya gelisah namun berdebar-debar. Matanya sesekali mencuri pandang pada pemuda itu dan berusaha untuk menyembunyikan senyumnya. Melihat sorot posesif dari Raiden membuatnya

