"Sandra, apa Sandra lagi ada masalah?" Elang tidak enggan menjawab, malah membuang asap rokok ke udara, lalu netranya menatap ke arah Rivan. "Kenapa tanya aku, bukannya kamu pacarnya?" Rivan mengangguk, dia juga bingung harus bertanya kepada siapa. "Harusnya kamu lebih tau masalah Sandra, jauh dari pada yang aku tau." Elang menjentikkan abu rokok pada tempat yang telah disediakan di meja. "Gue bingung, nggak tau harus gimana. Bukannya gue nggak peduli sama Sandra tapi dia bahkan nggak mau cerita ke gue kalau ada masalah. Sandra selalu ceria, selalu ketawa, padahal gue tau jelas kalau dia ada masalah." Rivan menjelaskan sejujurnya yang telah ia alami pada Elang, toh dia sudah bertanya dengan bahasa yang nggak terlalu nyolot, masih bisa dibilang sopan malah. Nantinya kalau Elang nggak

