Malam sunyi itu Sandra sengaja duduk berdiam diri sendiri di balkon kamarnya, memang benar ya kata Elang kalau balkon memang tempat ternyaman buat merenung. Ditemani bubuk coklat yang tadi ia seduh—dan mungkin sekarang sudah mendingin— serta buku novel yang satu minggu lalu diberikan Elang padanya, Sandra duduk di ubin yang dingin. Padahal jika ia mau, dia bisa menarik kursi ke balkon atau menggelar karpet kecil sebagai alas duduknya, tapi terlalu malas dan dia rasa ini sudah terlalu nyaman. Setelah menghabiskan satu bab di novel itu Sandra tidak melanjutkan membaca, hanya bengong dan sekali-kali menatap ke langit malam yang nggak terlalu terang karena ini bukan bulan purnama, bulan masih berbentuk sabit, terlalu bohong jika Sandra berkata bulan menyinari gelapnya malam. Sandra kembali m

