Satu jam sudah Sandra berdiri di pinggir lapangan basket. Memegang bola berwarna oranye sambil terduduk di kursi pendek pinggir lapangan. Hal yang dilakukan Sandra dari satu jam yang lalu hanya memandangi sekeliling lapangan, sebentar-sebentar matanya beralih pada ring bola basket. "Udah pendek, nggak tau teknik pula. Lengkap sudah penderitaan gue." "Lo harus nurut sama gue, ya!" Sandra menepuk pelan bola yang ia pegang. Sebenarnya Dila sudah bersedia menemaninya, ditambah Satria malah. Coba saja, tadi Sandra tidak menolak, pasti sekarang Satria sedang memberinya petuah ini itu dan t***k bengek lain. "Makanya jadi orang jangan blaguk. Telfon sana, gih." Sisi lain dari Sandra berbicara. Malaikat putih mengetuk tongkatnya perlahan, mengenyahkan pemikiran lain dari Sandra. "Jangan, k

