Happy Reading . . . *** Suara teriakan dan keramaian yang sempat membuatku terdiam terpaku, langsung membuat diriku tersadar jika Tiffany sedang meregang nyawa di sana. Dengan merangkak, aku pun menghampiri istriku yang kini sudah menatapku. "Apa yang kau lakukan, Sayang?" Tanyaku dengan gemetar sambil menggenggam tangannya. "Kau... baik... baik-baik saja... bukan?" Balas Tiffany dengan nafas yang terputus-putus. Aku mengangkat kepala Tiffany dan meletakkannya di pangkuanku. Lalu aku juga melihat pisau tersebut yang masih berada di perutnya, dan kini darah pun semakin terlihat banyak hingga mulai mengotori karpet merah di bawah kami. Ingin sekali aku menarik benda itu, tetapi aku takut jika yang aku lakukan salah dan bisa saja membuat keadaan Tiffany menjadi semakin parah. "Seh

