Sejak pertengkaran besar malam itu antara dirinya dengan Amran, Sulis kini merasa seperti terlepas dari beban. Selama ini, Sulis selalu berusaha menjadi istri yang baik bagi Amran dan ibu yang baik untuk anak semata wayang mereka. Bahkan setelah kejadian keji yang dilakukan oleh Imron menimpa dirinya, Sulis masih berpikiran bahwa dia rela melakukan itu demi masa depan sang suami, demi masa depan keluarganya. Sulis merasa kalau pengorbanannya mungkin bisa mengubah sifat dingin suaminya. Tapi sekarang, semua sudah terang benderang. Sulis tahu, dia tak akan pernah mendapatkan apa yang dia harapkan dari Amran. Masa depan pernikahannya tak akan pernah berubah. Sulis hanya akan tetap menjadi istri simbolik bagi Amran. Hanya pajangan untuk penutup aib dan penjaga nama baik. Di satu sisi, Sulis

