"Duh cantiknya anak Bunda." Goda Bunda ketika memasuki kamarnya. Zia tersenyum malu dengan rona merah yang menjalari wajah cantiknya. "Menor gak sih, Bun?" Tanyanya, karena Zia tiba-tiba tidak percaya diri dengan dirinya sendiri. Sang Bunda tersenyum, Putri kecilnya yang dulunya suka melempar barang dan berteriak kini sudah menjelma menjadi wanita cantik nan anggun idaman prianya. "Gak kok, malah lipstiknya kurang jreng menurut Bunda. Keliatan pucat di wajah putihmu mbak." Komentar Bunda, membuat Zia kembali menatap ke arah cermin. Huh, niat Zia ingin tampil sederhana saja diacara pernikahan sepupu Alfa. Tetapi mendengar dan melihat sendiri, memang ia terlihat sedikit pucat dengan lipstik yang bewarna nude di bibirnya. "Gitu ya, Bun? Nanti kalau Zia pakai yang warna pink violet ini tam

