bc

Sovia(A5)

book_age12+
0
IKUTI
1K
BACA
revenge
tragedy
city
like
intro-logo
Uraian

Sinopsis Sovia(A5) Mahmud Son Haji merupakan seorang kyai. Ia memiliki 3 cucu.cucu terakhir nya bernama Sovia. Zaidatus Sovia seorang gadis remaja indigo yang malang.kedua orang tua nya meninggal karna insiden gaib. Tidak cukup di situ. Serangkaian insiden gaib terus melanda hidup nya semenjak kehilangan sang ayah. Hingga akhirnya,Sovia di rekrut oleh teman di sekolah nya. untuk bergabung ke organisasi yang menangani insiden gaib milik pemerintah.

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Hari ini Sovia bersama keluarga nya berlibur ke pantai. Tujuan utama mereka kemari adalah untuk menghibur Sovia. "Hari ini kamu tidak boleh murung" Kecam Ibr(kakak laki-laki Sovia). Sovia mengangguk kecil sebagai balasan. Ya, hari ini Sovia akan mencoba bersenang-senang. Meskipun, di sepanjang jalan dekat pantai. Dia melihat banyak sekali roh gentayangan. Sovia sangat girang saat sudah sampai di pantai. Mengapa dia tidak bahagia saat ia di suguhi pemandangan yang sangat indah. Tanpa ada sosok gaib yang ia lihat. Sovia berlari kesana-kemari, berfoto, jajan, dan masih banyak lagi hal menyenangkan yang ia lakukan bersama keluarga nya. Namun, dibalik senyum lebar yang menggambarkan kebahagiaan Sovia, ada seutas seringai jahat disana. Sovia sini" Ayah berteriak sambil melambaikan tangan. Sovia berlari ke arah ayahnya yang berada di pinggir pantai. Saat jarak Sovia dengan ayah nya sudah sangat dekat. Sia menangkup air di depan nya lalu di guyur kan ke ayah. "Ayah tangkap aku kalau bisa, wlee..." Ledek Sovia setelah itu. Mereka berdua pun bermain di bibir pantai dengan riang. Ditengah keasyikan mereka bermain air. Tiba-tiba air pasang naik secara drastis. Ayah langsung menggendong Sovia kemudian berenang secepat mungkin ke tepian pantai. Sovia selamat. Namun, naas ayah Sovia hanyut terbawa arus ombak. # Jum'at 10 September(dini hari) Ini adalah hari ke-3 menghilang nya ayah Sovia. Pencarian oleh kepolisian daerah & Tim SAR masih terus berlanjut. "Sovia ayo pulang" Zafisa (ibu Sovia) mengajak nya pulang. "Gak mau" Sovia menolak secara kasar. "Dek, ayo pulang, sekarang udah malam" Irsyad(kakak pertama Sovia) ikut membujuk "Ayah belum ketemu, aku gak mau pulang" Sovia kembali menolak. "Adek... Sekarang udah jam 1 malam, kamu gak ngantuk" Talia(kakak kedua Sovia) ikut membantu membujuknya. "Gak mau" Jawabnya sambil membentak. "Adek... Kenapa gak mau pulang" Salah satu anggota kepolisian ikut membujuknya. "Soalnya ayah hilang gara-gara aku" Jawab Sovia menunuduk sambil berkaca-kaca. "Kok kamu bilang gitu, kenapa? " Tanya polisi tersebut. "Soalnya cuma ayah yang hilang" Jawab Sovia sambil terisak. Benar apa yang di katakan Sovia, dari sekian banyak orang yang berenang di pantai saat itu, hanya ayah Sovia yang hilang terbawa arus. Alasan kenapa Sovia tidak mau pulang. adalah karena ia yakin, kalau ayahnya hilang bukan karna terbawa arus.melainkan di culik oleh roh jahat penghuni pantai.Sovia punya kekuatan untuk melihat hal gaib, jadi ia merasa bisa menemukan ayahnya. Di tengah percakapan itu, tiba-tiba... "Sovia" Suara yang lirih, lembut, namun berat memanggilnya. Sovia menoleh kesana kemari untuk mencari sumber suara. "Suara ayah" Sovia bergumam. Mereka yang mendengar celetukan Sovia ikut celingukan mencari sumber suara. "Tolong, tolong aku!" Suara itu kembali terdengar. Sovia berlarian kesana kemari sambil berteriak memanggil ayahnya. Namun, nihil. Ia tak menemukan apapun. Hingga akhirnya, Sovia ingat dimana ia berada sekarang. Sovia pun menoleh ke arah 'selatan' dan benar saja, ia melihat sesuatu. Ayahnya merangkak diatas air,dengan luka lebam di seluruh tubuh nya serta kalung rantai yang menjerat lehernya. seketika itu Sovia berlari ke arah 'selatan' untuk menghampiri ayahnya. Namun, baru 3 langkah Sovia berlari tubuh nya sudah di tahan oleh orang-orang yang ada disana. Sovia meronta-ronta minta di lepaskan.mereka mencoba menenangkan Sovia.tapi, tidak berhasil Sovia semakin berteriak bahkan sampai menangis.bagaimana tidak, kini Sovia melihat ayahnya di cambuk bertubi-tubi oleh seorang nenek tua yang menggunakan pakaian kerajaan berwarna hijau lengkap dengan mahkota nya. Berkali-kali Sovia mendengar jeritan, rintihan, serta kalimat minta tolong. Sovia semakin menjadi-jadi.tapi, tiba-tiba... Pandangan Sovia berubah gelap & Ia tidak mendengar suara apapun. Sovia pingsan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

OM DEWA [LENGKAP]

read
6.0K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
8.2K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.9K
bc

Menyala Istri Sah!

read
2.3K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.5K
bc

After We Met

read
188.5K
bc

Lagi! Jangan Berhenti, Om!

read
14.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook