Hapus Video itu

994 Kata
"Hissh." Arya meringis sambil memegang kain hangat yang di tempel di pipi. Ia duduk lemas di atas kasur di ruang kesehatan. Tampak seorang perawat cantik datang dengan membawa beberapa obat di atas nampan milenuim. Salah satunya, salep pereda luka lebam. "Mbak, biar saya aja yang oleskan," ucap Boby menawarkan diri pada si perawat cantik. "Oh iya, boleeeh!" sahutnya tersenyum sambil menyerahkan salep ke tangan Boby. "Sialan kamu, Bob. Bener-bener gak kasih aku kesempatan!" keluh Arya saat si perawat telah keluar dari ruangan. "Hehehe." tawa kecil Boby benar-benar terdengar meledek. "Sini! Biar aku usap sendiri!" serunya kemudian merebut salep dari tangan Boby. "Katanya anak militer? Tapi kok dihajar cewek aja meringis!" ejek Boby. "Wah ngolok nih bocah! Kamu kira ini gak sakit. Sini, kubogem juga biar bisa ngerasain sakitnya!" "Ehee, janganlah booss! Ntar ketampanan gue berkurang, lagi!" "Eleeh, sok ganteng kamu!"   "Alona!" panggil seorang wanita yang tak lain ialah Jesica teman Alona sedang duduk di restaurant bawah lantai satu. "Sini sini, sebelah sini!" Kembali ia melambai. "Hai Jes. Udah lama?" tanya Alona padanya saat sudah berada di samping temannya itu. "Lumayaan!" sahut Jesica. Jesica, teman sekantor Alona di perusahaan GCK grup. Wanita anggun dengan tubuh tinggi semampai. Kulit sebening s**u, rambut panjangnya dibiarkan terurai dengan belahan tengah. Dan disibak satu bagian kesela telinga. "Lu dari mana aja, lama banget?" tanyanya kesal. "Issh, gitu aja pake ngmbek segala," ucap Alona, menyubit kedua pipi Jesica. "Aduh, sakit tau!" "Hehe, sory, sengaja! Gue tadi habis kena apes!" "Emang loe kenapa?" "Gue ketiban cowok m***m!" ungkap Alona sebal. "Masa sih? Maksud loe, m***m yang gimana? Apa dia nyium bibir loe, atau meraba-raba! Kalau iyaaa ... Itu artinya ... dia cowok pertama yang nyentuh elu dong! Cie-cie, yang ketemu soulmatenya!" ledeknya. "Ihh, ngomong apaan sih loe! Bukan yang kek begitu maksud gue. Dia itu brandal kurang ajar yang pantes diberi pelajaran!" "Jadi ... wajahnya seperti apa?" "Bisa berenti bahas itu gak sih! Mau kena tabok loe?!" "Iye-iye, gitu aja marah!" ungkap Jesica sedikit menyunggingkan bibir. Eh, ngomong-ngomong, udah pesan makan belum?" "Udah, tinggal punya lu aja yang belum." "Yeee! Napa gak lu pesanin sekalian sih!" "Males, ntar ujung-ujungnya, gue yang bayar!" "Ih, lu mah perhitungan amat jadi temen! Lagian, siapa juga yang minta di traktir. Gue bisa bayar sendiri kok!" "Hehe, gue perhitungan gini kan ngikutin jejak loe!" "Enak aja! Gue gak gitu kok!" "Hmm, itu kan menurut loe!" "Masa sih, menurut loe, gue ini perhitungan ya?" "Ya ... iya! Buktinya, untuk liburan aja perbekalan loe banyak banget, kayak orang mau pulang kampung alias mudik!" Alona terdiam sejenak dengan raut cemberut. "Ya wajar dong! Selain karena miskin, kita diliburkan sebulan. Mana insentif juga ditarik selama libur. Loe pikir gue perhitungan begini juga karena siapa?" "Emang karena siapa?" "Ya, karena bos kita yang pelit itu!" Pernyataan Alona sontak membuat Jesica tertawa terbahak. "Cocok lu jadi istrinya si bos pelit itu!" ledek Jesica. "Ih amit-amit deh!" Alona mengetuk kepalanya tiga kali, lalu membalas ketukan itu kelantai, hal yang biasa ia lakukan saat merasa jijik pada sesuatu. "Hati-hati lho, jangan terlalu membenci, karena bisa aja dia jodoh elu!" "Ih, lu mah kalo berdoa kejamnya kebangetan!" "Lah, emang kenapa kalo berjodoh? Lu gak mau punya suami tajir melintir?" "Bukan gitu! Masalahnya, lihat muka dia aja gak pernah. Ditambah lagi, orangnya pelit. Bisa-bisa, gue mati stres kalo jadi istrinya." "Hahaha, expektasi loe kejauhan!" Jesica kembali terkekeh. "Terserah lu deh! Lu aja sekalian kalo mau jadi istrinya!" "Oke, siap nyonya Aryaaa!" ledek Jesica. "Apaan sih!" Alona semakin merajuk. "Cie-cie ngambek!" Saat mereka asyik berbincang, seorang pelayan memghampiri dengan membawa tiga mangkuk sup iga di atas nampan. "Silahkan dinikmati menunya," ucap si pelayan yang langsung pergi. "Ta-tapi, Mas. Kita gak pesan sup iga," teriak Alona pada sang pelayan. Namun, ia sudah tak dapat mendengar karena jarak yang semakin jauh. "Jes, lu yang pesan ini?" "Bukan!" jawab Jesica yang juga tampak bingung. "Jes, gue ketoilet dulu ya!" Mendadak Alona berlari menuju toilet. "Al, Al. Lu jangan tinggalin gue dong. Ini semua ntar yang bayar siapa?" Sayangnya Alona sudah tak mendengarnya. "Masa iya gue musti bayar ini semua. Mana menu ini mahal pula. Lu jangan kabur dong, Al Hu hu hu!" gumam Jesica tersedu. "Gue yang pesen!" Tiba-tiba seorang pria datang dan langsung duduk di hadapannya. "Boby?" Ahh syukurlaaah!" Jesica mengelus d**a, bersyukur karena ternyata tak jadi kehilangan separuh isi dompet. "Kenapa? Kok kaget gitu ngelihat gue? Kan kita udah janjian ketemuan. Oh iya, mana temen loe? katanya mau ngajak teman?!" "Ada, dia lagi ketoilet," ucap Jesica. "Bisa jadi juga gak balik kesini." "Kok gitu? Kenapa?" Mendadak Jesica tertawa getir. "Ahaha, bukan apa-apa!" "Oh, ya udah, kita makan duluan aja kalo gitu." "Okeee, mari makaaan!" seru Jesica. Beberapa menit kemudian .... "Ahhh leganyaa!" Alona keluar dari bilik sambil mengelus perutnya. Berdiri di depan cermin, merapikan poni yang tampak sedikit berantakan. "Jesica pasti mengira gue kabur! Hihihi, gue kerjain aja tuh anak. Ngeledek gue sih!" gumam Alona di depan cermin. Ia kembali ke restaurant, tak luput bersiul sepanjang jalan. Gadis itu benar-benar tak memiliki sifat anggun. Bahkan berkat sikap tomboy, ia digelari sebagai wanita jadi-jadian. Karena kejadian pagi itu, yang membuatnya berurusan dengan Arya hingga ke ruang keamanan, kini Alona harus menerima nasib digosipi oleh semua karyawan. "Eh, lu udah lihat belum video terbaru yang lagi viral di akun GCK grup?" seru salah seorang karyawan pria berbincang pada teman disebelahnya. "Yang mana?" "Itu loh, video tentang si cewek jadi-jadian!" "Mana-mana, coba lihat! Gue jadi penasaran!" Lelaki itu mulai memutar video di ponselnya. Karena percakapan mereka cukup menarik perhatian Alona, gadis itu pun bergerak mendekat untuk mengintip. Ia berdiri di belakang kedua pria itu, sambil meletakkan kedua tangan dibelakang punggung, berusaha mendongak agar dapat melihat video yang sedang mereka putar. Sedetik raut Alona masih normal. Namun, begitu melihat video yang terputar, mendadak ia terbelalak. Spontan tangannya meremas rambut kedua pria di hadapannya. Dan berhasil membuat mereka terdongak dan menjerit. "Hapus video itu! Atau aku bakal bikin kalian berdua babak belur kayak cowok yang ada dalam video itu!" ancam Alona pada mereka.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN