"Apa sekarang sudah mengerti dan siap memberikan Hakku?" tanya Kaivan. Kyra melebarkan bola matanya lalu berdiri, dia menggelengkan kepalanya dan menatap Kaivan. Hal itu membuat Kaivan mengerutkan keningnya, tapi menahan tawanya. "Kenapa?" "Kau bilang akan menganggapku adik, apa adik harus melakukan itu?" tanya Kyra seraya memainkan dua jari telunjuknya. "Aku menganggap mu adik sebelum aku tahu jika kamu hanya berpura-pura gila. Aku pikir pernikahan kita tidak sah karena kamu tidak waras dan wali nikahnya hanya wali hakim. Namun, ternyata kamu waras dan wali nikahnya adalah Om kamu sendiri jadi pernikahan kita sah secara agama dan negara." Kyra menelan salivanya, dia tidak begitu mengerti tentang hukum dan syarat sah menikah secara agama karena dia orang yang awam agama. Akan tetapi,

