"Kyra mungkin kesini malam, Nek. Dia sudah mulai bekerja katanya," ucap Kaivan dengan nada kecewa. "Ya sudah tidak apa-apa," ucap Asnah dengan suara lemah. Asnah kembali memejamkan mata. Wanita berusia senja itu menahan rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan. Namun, dia tak ingin cucunya tahu dan panik. Sementara Kaivan sedikit kecewa dengan keputusan Kyra yang mulai bekerja hari ini tanpa meminta izin padanya. "Aku tahu itu perusahaan papanya, tapi sebagai seorang istri dia harus meminta izin padaku. Jangankan untuk bekerja menjalankan perusahaan, keluar rumah hanya untuk belanja pun harusnya izin pada suami." Kaivan terdiam pikirannya berputar, beberapa pertanyaan di kepalanya. Apakah Kyra tidak izin padanya karena tidak pernah menganggapnya suami sesungguhnya atau Kyra memang tidak

