Dua Enam

382 Kata

“Kamu kelihatan capek banget.” Senja mengangguki. Menyandarkan kepalanya di d**a Radit seraya mengendusi aroma khasnya. “Mas wangi banget deh.” Radit terkekeh. “Kamu mancing.” “Sumpah gak bohong. Mas mau kencan sama janda sebelah?” “Sembarangan!” Radit misuh-misuh. “Ngapain kencan sama janda kalau istri Mas sudah sesempurna ini.” “Gombal.” Sudah diam. Ibu hamil tidak akan pernah di kalahkan. Tidak. Slogan wanita selalu benar itu nyata, Senja buktinya. “Jadi Senja kelihatan capek banget karena apa?” Senja menghela napas dan mengangkat wajahnya. Kedua matanya menatapi wajah Radit intens. “Enggak tau. Padahal cuma rebahan, nonton tv, rebahan lagi. Udah gitu muluk.” “Enggak masak, kan?” Senja menggeleng. Kembali hening, Radit menjulurkan tangannya memijat perlahan punggung Senja. Akhi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN