Senja agaknya kian arogan. Sejak kehadiran Aterri yang sedikit mengganggu, hormon menjelang melahirkannya semakin menjadi. Di pikirannya, jika suatu kondisi tidak sesuai seperti yang dirinya mau, aura permusuhan akan langsung ia tunjukan. Tidak peduli apakah itu kepada Radit sekali pun. Menghela napas, Senja menatap ke halaman luas di belakang rumahnya. Semilir angin sore menerpa wajahnya. Rambut hitam legamnya beterbangan. Ada tiga hal yang mulai Senja pahami seiring beranjaknya waktu. Bahwa pertumbuhan seseorang tidak hanya diiringi bertambahnya usia. Welcome to world. Welcome to life. Welcome to jungle. Senja akan dengan suka rela mencheck list di bagian ketiga; di makan atau memakan. Itu saja pilihan dari kesimpulannya saat ini. Ia tahu, Aterri datang bukan tanpa tujuan. Ia juga

