Empat Tujuh

492 Kata

Perempuan—katanya—jenis spesies makhluk ribet sejagat bumi. Jika di kumpulkan, ketika sudah saling mengenal, mereka akan heboh sendiri. Mengobrolkan hal-hal kecil sampai sepele berjam-jam lamanya. Saking kenal dan dekatnya, jika salah satu diantaranya mendapat serangan dari musuh luar, keseluruhannya akan siap berperang. Namun jika tidak saling mengenal, dekat, aura permusuhan selalu di pancarkan. Percikan api perang berkobar nyata. Hanya lewat tatapan mata, si jago merah meliuk-liuk bersiap melahap. Dan itu yang tidak pernah kaum lelaki pahami. Karena mereka sejatinya sangatlah welcome terhadap siapa pun dan dari mana asalnya. Tidak akan menaruh curiga sekali pun rencana buruk sedang tersusun. “Teri pamit.” Kalimat yang keluar dari mulut Teri diabaikan oleh tiga pasang mata di ruang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN