Empat Dua

665 Kata

Gilanya yang namanya tantangan harus segera dilaksanakan. Begitu membuka pintu utama karena suara bel yang sangat berisik, Senja tertegun sejenak. Pada perempuan cantik di hadapannya yang menyeret koper di tangan kanannya. Lagaknya angkuh. Matanya menyiratkan aura permusuhan—yang Senja tanyakan di mana letak salahnya. Pakaiannya elegan tapi tidak membuat Senja tertindas. “Mau masuk?” tawar Senja ramah. Sebagian orang akan mengatakan jika kepolosan Senja patut di pertanyakan. Karena membawa perempuan yang memuja suaminya jelas membuat singa kelaparan itu puas. “Mas Radit mana?” Senja tersenyum menanggapi. Tangannya mengelusi perut besarnya seolah kode jika ini kebanggannya. “Di dalam.” Dan tanpa sopan santun yang sebenar-benarnya bertamu, perempuan yang Senja ingat bernama Aterri it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN