Empat Satu

812 Kata

Jangan berharap pada sebuah kisah meski akhirnya benar-benar bahagia atau tragis. Semuanya di luar nalar manusia pun hatinya yang selalu didengungkan; siapa yang tahu? Jadi Aterri—perempuan pilihan Handoko—dianggap sangat tepat untuk putra bungsunya. Dia perempuan dengan bibit, bebet, bobot yang jelas takarannya. Ukuran kekayaan keluarganya juga sama besarnya dengan milik Handoko. Malahan, jika Radit menikah dengan perempuan ini semuanya pasti beres. Urusan perusahaan tertangani dalam satu dayung. Handoko memang seserakah itu. Tidak akan ia peduli pada perasaan anak-anaknya. Yang ia pedulikan hanya bisnis, bisnis, dan bisnis. Pundi-pundi kekayaan lebih penting di banding apapun. Nyawa saja bisa ia beli, begitu pikirnya. “Aterri masih mau Romo.” Perempuan itu bersemangat. Jawabannya tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN