Tiga Delapan

623 Kata

“Mas nggak pernah cerita soal ini.” Lewat beberapa hari setelah kejadian itu, Senja menyinggungnya. Membuat Radit tersenyum tipis dan merentangkan kedua tangannya. Senja berjalan mendekat, mengelus rahang Radit yang langsung disambut pejaman mata lelah—begitu yang Senja lihat—lantas mengecup bibirnya lama. “Senja… pasti ngerepotin banget, kan?” Radit mendengus. Membawa Senja duduk di pangkuannya. Kepalanya bertumpu pada bahu Senja. “Cuma kita: Aku, Senja, Raja dan Ratu, remember? Kita punya perjanjian untuk itu, untuk mereka.” Entah bagaimana dan dari mana asalnya, Senja hampir menangis. Kedua pipinya sudah digenggam dalam raupan tangan Radit yang besar. “Terima kasih, Senja, terima kasih. Untuk menikah dengan saya. Menerima saya. Merubah saya dan memaafkan kelancangan saya di masa la

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN