Lima bulan berlalu dengan begitu cepat. Progres hubungan Dito dan Fania masih tidak banyak mengalami perubahan. Bahkan bisa dibilang stagnan. Tidak ada peningkatan sama sekali. Mereka masih tidur terpisah. Hari demi hari masih dipenuhi dengan keributan kecil hanya karena perkara sepele. Padahal, Dito sudah mengusahakan banyak hal. Sesering mungkin mengajak Fania berkencan. Memperlakukan Fania dengan begitu baik. Menunjukkan perasaannya dengan jelas. Namun, entah karena Fania yang tidak benar-benar berniat membuka hati atau memang sesulit itu meluluhkan hati Fania, Dito tidak tahu. Ia hampir mencapai batas kesabaran. Ia kelelahan mencari cara bagaimana agar Fania tidak terus-terusan menjadi sekeras batu. Selama kurun waktu lima bulan itu, Ferdi sempat beberapa kali muncul. Laki-laki itu te

