“Dit, kamu tuh kalau dibilangin kenapa susah banget sih? Aku udah bilang kan kalau tangan kamu berharga. Kenapa malah sengaja cari-cari penyakit?” geram Fania. Ia terlihat sangat gemas karena tingkah Dito yang impulsif. “Tadi pagi kan kita udah sepakat mau ketemu dia bareng-bareng, kenapa kamu malah nyamperin Ferdi duluan tanpa bilang-bilang ke aku dulu, sih?” Jadi begini ceritanya. Setelah semalam Fania mendapat pesan dengan sedikit ancaman dari Ferdi yang berisi ajakan bertemu, Dito sama sekali tak bisa tidur nyenyak. Meski malamnya ia dan Fania kelelahan karena aktivitas ranjang mereka sampai menjelang dini hari−biasanya seks sangat manjur untuk membantu Dito tidur lelap setelahnya, selain karena menguras energi juga karena bisa merilekskan otot-otot tubuhnya yang tegang−laki-laki itu

