Layla tak bisa menahan laju air mata yang mendesak ke luar dari matanya karena terharu, kedua kakinya berdiri tepat di ujung jalan dengan karpet terbentang panjang bertabur kelopak bunga mawar, dari tempat Layla berpijak lilin berjejer rapi di tepian karpet mengarah ke sebuah tempat berbentuk hati, semilir angin laut yang menyapa tubuhnya seperti tak berhasil mengusik kekagumannya hingga sebuah genggaman tangan menyentaknya kembali ke alam sadarnya. "Special for You, Honey," bisik Arfan lembut sembari menarik tangan Layla agar mengikuti langkahnya, netra Arfan tak lepas dari objek di sampingnya yang masih berdecak kagum. Alunan musik lembut nan romantis mengalun senada dengan langkah Arfan dan Layla. Layla masih bergeming saat mereka sudah berdiri tepat di pusaran bentuk hati itu, berala

