Layla bersantai di balkon Villa dengan ditemani secangkir teh panas dalam genggamannya, uap yang menguar dari cangkir itu tak bisa mengahalau hawa dingin kota Apel tersebut. Namun semangat Layla tak surut sedikitpun untuk mengelilingi pantai bersama kekasih hatinya, Arfan. Perlahan mentari mengintip dari jendela pekat malam dengan malu-malu, kicauan burung semakin menyemarakkan hati Layla yang sedang berbunga. Kembali ia menilik moment pertama kali bertemu Arfan lalu menikah di atas kontrak, menjalani rumah tangga yang absurd, dan sekarang cintalah yang menyatukan mereka. Cinta memang lucu, disaat kau mengejarnya ia akan pergi dan disaat kau pergi ia datang menawarkan kebahagiaan. Mungkin dulu Layla mengira ia dan Arfan tidak akan pernah saling jatuh cinta karena perpisahan mereka tela

