Epic Caffe Arfan menatap plakat besar yang terpampang di depan kafe tempat mobilnya terparkir, ia memperhatikan Layla yang masih bergeming di kursi penumpang, tampak sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tak menyadari bahwa mereka sudah berada di tempat tujuan. Dengan lembut Arfan membelai pipi Layla dengan punggung tangannya, sungguh Arfan bingung jika Layla terus murung, ia rindu gadisnya yang cerewet dan selalu menentangnya. Layla seketika terhenyak dengan sentuhan lembut Arfan, ia menatap Arfan yang tersenyum padanya. "Jadi kencan nggak?" Tanya Arfan sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan genit. "Ayo!" balas Layla singkat lalu membuka pintu mobil dan ke luar. Mereka memilih bagian belakang kafe tepatnya outdoor kafe, Layla memilih tempat di bagian ujung Barat tepat mengh

