Bagian 26

1569 Kata

Pandangan Layla lurus menatap bunga anggrek dengan warna ungu, putih, dan kuning berjenis hibrida yang menempel subur di pohon mangga besar yang berdiri kokoh di halaman luas rumahnya. Biasanya dengan memandang bunga-bunga yang dulu selalu ia rawat bersama Nayla adiknya hatinya selalu turut berbunga-bunga tetapi untuk kali ini ia justru merasa sedih dan sendiri. Ia angkat kepalanya ke atas menatap senja keemasan yang tampak berarak bersama awan untuk menahan laju air mata yang hampir jatuh. Apa yang dikatakan Aisya padanya tadi membuatnya semakin dilema, ia sendiri bingung perasaannya terhadap Arfan sekarang, bibirnya berucap tak peduli tapi hatinya tak bisa berdusta bahwa ia mengkhawatirkan keadaan Arfan. "Apakah Arfan sudah makan? Di mana dia sekarang? Rindukah dia padaku?" Rentetan per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN