Bagian 25

1568 Kata

Senyum Layla merekah seketika saat ia membuka mata wajah Arfan lah yang menyambutnya. Semalam bukannya Layla tak merasakan kedatangan Arfan yang memeluknya erat hanya saja ia ingin menikmati setiap detik kebahagiaan bersama Arfan. Moment indah yang nanti akan selalu ia kenang di masa menuanya bersama Arfan. Kelak sebagai kisah untuk anak-anak mereka. Pagi ini seperti biasa Layla menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Entah mengapa tiba-tiba Layla mengelus perut ratanya membayangkan jika ia mengandung buah hati mereka berdua, Layla tersenyum sendiri sambil menata piring di atas meja makan. Namun Layla seketika terkejut saat melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.17 dan Arfan belum juga ke luar dari kamar, dengan langkah lebar Layla menuju kamar dan mendapati Arfan dengan nyamannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN