Chapter 21

1093 Kata

Bu Engkes yang membuka pintu ia pun lalu menuju ke wartegnya, karena wartegnya menyatu dengan rumahnya. "Ibu kenapa bawa yang berat-berat?" tanya Diki sambil memegang barang yang dibawa Ibunya. "Tidak, tidak usah, nanti akan mengganggu belajarmu." Ucap Ibunya. "Aku akan membawanya sampai ke depan pintu." Ucap Diki. "Tidak tidak usah, ini tidak berat sama sekali." Ucap Bu Engkes. Saat Diki dan Ibunya sedang sibuk dengan barang yang dibawa oleh Ibunya, tiba-tiba Pak Asep pun datang ke warteg Bu Engkes. "Permisi." Ucap Pak Asep sambil membuka pintu. Diki yang melihat Pak Asep datang ia pun lalu menghampirinya. "Kenapa Bapak bisa ada di sini?" tanya Diki. "Dasar anak nakal, kau tahu betapa khawatirnya aku." Ucap Pak Asep sambil memukul-mukul Diki. "Aku tidak bisa menghubungi Bapak se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN