Dinda yang dipeluk oleh Diki ia pun langsung terdiam dan melamun di pelukan Diki. "Sedang apa Diki? Lepas." Ucap si bos. "Kau di pihaknya?" tanya si bos. "Yah, aku punya ibu, tapi tidak punya ayah. Mendengar perkataanmu itu membuatku marah." Ucap Diki sambil tersenyum dengan santai, dan melepaskan tangan si bos yang dipegang oleh Diki dan Dinda. "Ini bukan pertama kalinya buatmu bukan? Kau sengaja merekrut anak remaja di tempat bisnismu, dan kau memotong upah mereka. Aku yakin kau sudah biasa melakukan ini." Ucap Diki. Si bos yang mendengar ucapan Diki ia pun langsung menelan ludah dan mengalihkan pandangannya. "Wali kelas kami juga akan bekerja sama, jadi ikuti aturan hukum." Ucap Diki sambil memeluk dan memegang erat tangan Dinda. "Bukan begitu Bu?" tanya Diki. "Apa maksudmu Diki
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


