Ceklek! Pintu pun terbuka, Saka masuk dengan perlahan, " Gak ada apa-apa, kenapa tadi keras banget sih, apa pintunya macet karena udah lama gak di gunakan?'' Saka mengecek pintu itu, "Bagus aja kok masih," Saka mencoba tidak peduli, ia langsung masuk menuju kamarnya. Usai memakai baju, Saka keluar lagi, menuju dapur, ia menyimpun piring-piring kotor sisa mereka sarapan tadi, dan menaruhnya di tempat pencucian piring. "Masak apa ya? Keluar dulu lah beli beras, mumpung Mamah tidur." Saka pun memutuskan pergi keluar rumah berniat pergi mencari warung. "Di mana warungnya?" Monolog Saka, "Saka," panggil seseorang membuat Saka menoleh ke arah sumber suara, 'Siapa ya?' Tanya Saka dalam hati, ia tak mengenal pemuda yang memanggilnya itu, Saka tersenyum ke arah pemuda yang membawa cangkul itu, s

