Sesampainya di ruang tamu Saka langsung membangunkan Mamahnya, "Mah, Mah bangun Mah, sarapan dulu, Mamah pasti laper kan?" Ucap Saka dengan suara lembut, "Hoamm~" mamah terbangun dan menguap lebar, "Selamat pagi Mah," sapa Saka pada mamahnya, mamah duduk dan mengamati sekitar, seketika wajah sang mamah berubah pucat ketakutan, "Pulang! Pulang! Jangan!" racau mamah dengan menggelang-gelengkan kepalanya serta hendak berlari keluar, Saka pun langsung sigap menahan tangan mamahnya agar tidak bisa kabur. "Mah, tenang Mah, Mamah kenapa? Ini kan juga rumah Mamah, mulai sekarang kita tinggal di sini ya, sekarang kita sarapan dulu ya, Mamah pasti lapar kan?" Tanya Saka lembut, mamahnya mulai melemah dan mengangguk mengiyakan ucapan anaknya Saka. Saka menuntun mamahnya menuju dapur, sepanjang m

