Berdamai Dengan Masa Lalu

864 Kata

Rajendra memeluk gadis yang sibuk mengelap meja, “ Sudah bersih... Makanan juga sudah siap.” “ Ehmmm.... “ Agastya tidak berusaha menutupi kegugupannya. Membiarkan pelukan hangat Rajendra sedikit menenangkannya, tapi tetap tersentak ketika mendengar dering lembut dari pintu. Rajendra mengecup ujung kepala itu sebelum menjauh untuk membuka pintu. , “ Ma, pa.... “ dipeluknya mereka singkat, “ Sehat, te? “ dipeluknya lembut perempuan dengan perut buncit itu, “ Masuk om. “ Ade mendekati Agastya yang berdiri ragu di tengah ruangan, “ Tya..... “ Agastya menghembuskan nafas sebelum tersenyum, “ Kak..... “ diterimanya pelukan hangat Ade sambil memejamkan mata... kami hanya pengantar cerita. Mas bukan berniat menyerah memperjuangkan cinta mas saat itu, tapi ada yang lebih berharga buat mas,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN