"Wol-ah ...," panggil Sana. "Eoh?" "Sepertinya aku menyukaimu," Uhuk! Uhuk! Han Wol tersedak. Padahal ia tak sedang makan ataupun minum. Mata Han Wol melotot dan bulu romanya berdiri sempurna. Kata-kata yang dilontarkan Sana terdengar begitu mengerikan di telinga Han Wol. Hei tentu saja! Gadis mana yang tak akan merinding jika ada di posisi Han Wol! Ya kecuali jika kau pecinta sesama jenis. "Wol gwaenchanna?" tanya Sana khawatir. "Gwaenchanna," ujar Han Wol cepat. "Kau sepertinya terkejut ya? Ya aku tau mungkin perasaanku ini terkesan terburu-buru. Tapi ... aku sungguh menyukaimu. Kau adalah satu-satunya orang yang tak membenciku sampai detik ini. Apa kau tau alasan aku dihadiahkan untuk raja? Itu karena kakakku membenciku. Kakakku adalah seorang pewaris t

